|
http://detikislam.blogspot.com,
|
12 Ogs 2012
|
Menara Pisa,
Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka'bah, Menara Eiffel, dan Piramid di
mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu
belum terlalu ajaib, kerana di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib
lagi. Mungkin sobat-sobat bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?
Haiwan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah
yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki.
Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan
muncul haiwan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang
dinyatakan dalam Al-Qur'an, surah An-Naml ayat 82,
"Dan
apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang
melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia
dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami".
Mufassir Negeri
Syam, Abul Fida 'Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas,
"Haiwan ini akan keluar di akhir zaman ketika rosaknya manusia, dan mulai
meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama
Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka haiwan bumi. Konon khabarnya,
dari Makkah, atau yang lain sebagaimana akan datang perinciannya. Haiwan ini
akan berbicara dengan manusia tentang hal itu ". [Lihat Tafsir Ibnu Katsir
(3/49]
Haiwan aneh
yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya
kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda,
"Sesungguhnya
tak akan tegak hari kiamat, sehingga kamu akan melihat sebelumnya 10
tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab,
Asap, Dajjal, haiwan bumi, Ya'juj & Ma'juj, terbit matahari dari arah
barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia ".
[HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Daud dalam Sunan-nya (4311),
At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon
kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah-Shollallahu 'alaihi
wasallam-, mengapa sampai pokok ini menangis? Kisahnya, Jabir bin
Abdillah-radhiyallahu 'anhu-berkata,
"Jabir bin
Abdillah-radhiyallahu 'anhu-berkata:" Adalah dahulu
Rasulullah-Shollallahu' alaihi wasallam-berdiri (berkhutbah) di atas sebatang
kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara
seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah - shollallahu
'alaihi wasallam-turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang
pohon kurma tersebut ". [HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu
Umar-radhiyallahu 'anhu-berkata:
"Dulu
Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala
beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang kurma
itu pun merintih. Maka Nabi-Shollallahu 'alaihi wasallam-mendatanginya sambil
mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya) ". [HR.
Al-Bukhari dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
Batu mengucap salam
Mungkin kalau seekor
burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai.
Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba
Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang
disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya
bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau
sebagaimana dalam sabdanya,
Dari Jabir bin
Samurah dia berkata, Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-bersabda, "Sesungguhnya
aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku
diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang". [HR.Muslim dalam
Shohih-nya (1782)] .
Pengaduan Seekor unta
Manusia adalah
makhluk yang mempunyai perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan
kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja
yang memiliki perasaan, bahkan haiwan pun memilikinya. Oleh kerana itu sangat
disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya
lebih rendah daripada haiwan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada
Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin
Ja'far-radhiyallahu 'anhu-berkata, "Pada suatu hari
Rasulullah-Shallallahu' alaihi wasallam-pernah supaya aku membonceng
dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan
kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau
senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah
atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk ke dalam kebun laki-laki Ansar.
Tiba tiba ada seekor unta. Tatkala Nabi-Shallallahu 'alaihi
wasallam-melihatnya, maka unta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu
Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-mendatanginya seraya mengusap dari perutnya
sampai ke pundaknya dan tulang telinganya, maka tenanglah unta itu. Kemudian
beliau bersabda, "Siapakah pemilik unta ini, unta ini milik siapa?"
Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, "unta itu milikku,
wahai Rasulullah".
Maka
Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-bersabda:
"Tidakkah
engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai
milikmu oleh Allah, kerana ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahawa
engkau telah membuatnya letih dan lapar". [HR. Abu Daud dalam As-Sunan
(1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad
(1/204-205), Abu Ya'la dalam Al-Musnad (3 / 8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala'il
(6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah
(20)]
Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang
yang masih hidup boleh berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih
ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh,
akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam
hadis berikut:
Abu
Hurairah-radhiyallahu 'anhu-berkata:
"Rasulullah-Shollallahu
'alaihi wasallam-menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang
wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang
telah diberi racun. Lalu Rasulullah-Shallallahu 'alaihi wa sallam-pun memakan
sebahagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi-Shallallahu
'alaihi wa sallam-bersabda, "Angkatlah tangan kalian, kerana kambing
panggang ini mengkhabarkan kepadaku bahawa dia beracun". Lalu meninggallah
Bisyr bin Al-Baro 'bin Ma'rur Al-Anshoriy. Maka Nabi-Shallallahu 'alaihi wa
sallam-menghantar (utusan membawa surat), "Apa yang mendorongmu untuk
melakukan hal itu?" Wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang
nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau
adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu ". Kemudian
Rasulullah-Shallallahu 'alaihi wa sallam-memerintahkan untuk membunuh wanita
itu, maka ia pun dibunuh. Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda ketika
beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau, "Senantiasa aku merasakan
sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya
urat nadi leherku terputus ". [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4512).
Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq
Masyhur Hasan Salman]
Batu yang Berbicara
Setelah kita
mengetahui adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya
adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita fikirkan, maka
terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita
yang disampaikan oleh Rasulullah-Shollallahu 'alaihi wasallam-, baik yang masuk
akal, atau tidak. Kerana Nabi-Shallallahu 'alaihi wa sallam-tidaklah pernah
berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu
dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah-Shallallahu
'alaihi wa sallam-bersabda:
"Kamu akan
memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang di antara mereka bersembunyi di
balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di
belakangku, maka bunuhlah ia". [HR. Al-Bukhari dalam Shohih-nya (2767),
dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu
Hajar-rahimahullah-berkata, "Dalam hadis ini terdapat tanda-tanda dekatnya
hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya
hadis ini (menunjukkan) bahawa benda-benda itu berbicara secara hakikat ".
[Lihat Fathul Bari (6/610)]
Semut Memberi Arahan
Mungkin kita
pernah mendengar cerita fiktif tentang haiwan-haiwan yang berbicara dengan
haiwan yang lain. Semua itu hanyalah cerita rekaan belaka dan omong kosong.
Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya haiwan yang berbicara
kepada haiwan yang lain, bahkan memberi arahan, seperti seorang komander
pasukan yang memberikan perintah. Haiwan yang memberi arahan tersebut adalah
semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur'an,
"Dan
Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata:" Hai manusia, kami Telah
diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu.
Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata ". Dan
dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka
itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di
lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam
sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya,
sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa
kerana (mendengar) kata-kata semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku
berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan
amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang soleh ". (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa
perkara yang lebih layak dijadikan "Tujuh Keajaiban Dunia" yang
menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama
meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi-Shallallahu 'alaihi
wa sallam-sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui
perkara-perkara itu. Oleh kerana itu, kami mengangkat hal itu untuk
mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kukuh di hati kaum muslimin
Tiada ulasan:
Catat Ulasan